Tips & Tutorial

Perbedaan Malware dan Ransomware, Beserta Cara Mengatasinya

Serangan ransomware adalah mimpi buruk terbesar untuk pemilik jaringan komputer. Sehingga, akibat dari serangan ini tak main-main, bahkan membuat file tak dapat diakses. Selanjutnya, bila telah terjadi, kamu perlu mengetahui cara mengembalikan file yang terkena virus ransomware agar file penting pada komputer dapat diakses.

Seringkali orang menyebutkan Malware, Spyware, dan Ransomware sebagai virus yang sama sama menyerang data pribadi kita. Namun, ternyata antara Malware dan Ransomware merupakan kejahatan dunia maya yang berbeda loh! Berikut adalah perbedaan malware dan ransomware beserta cara mengatasi ransomware.

Ransomware adalah salah satu jenis malware sehingga penting bagi kita untuk mengetahui apa itu malwareMalware adalah kependekan dari malicious software, yaitu perangkat lunak yang dirancang sedemikian rupa untuk menyebabkan kerusakan pada suatu komputer, server atau jaringan komputer. Baik berupa virus, spyware atau semisalnya. Dengan demikian, istilah malware ini sangat luas mencakup virus, spywareadware, dan juga ransomware. Selama perangkat lunak ditujukan untuk merusak dan mengganggu suatu sistem, ia termasuk malware.

Ransomware adalah malware yang dirancang untuk mencegah akses pada suatu sistem sampai uang tebusan (ransom) dibayarkan. Selain itu, Ransomware adalah salah satu bentuk malware karena sifatnya memberikan gangguan dan kerugian pada pengguna. Ciri khusus ransomware dari malware yang lain adalah permintaan tebusan (atau semisalnya) dari penebar ransomware untuk membebaskan pengguna dari ransomware.

Cara Mengatasi Ransomware

Ransomware adalah jenis virus yang dikirim peretas guna memblokir perangkat ataupun file di dalamnya agar tak dapat diakses. Terlebih lagi, Peretas meminta uang tebusan jika korban ingin mendapatkan akses file kembali.

Permintaan tebusan muncul yang terdiri dari jumlah uang tebusan, kode dekripsi serta alamat e-mail untuk dihubungi. Intinya, ransomware adalah bentuk pemerasan secara virtual. Akan tetapi kamu tak perlu meladeni permintaan peretas ketika diserang oleh virus satu ini.

Kamu bisa mengikuti beberapa cara mengatasi ransomware dan data yang hilang karena ransomware, berikut ini guna mengembalikan akses perangkat komputer yang diserang.

Menggunakan fitur Windows Backup

Fitur ini berfungsi untuk memulihkan file yang terhapus atau hilang. Untuk cara mengatasi ransomware kamu bisa membuka Control Panel pada menu Start, kemudian pilih System and Security. Kemudian pilih Backup and Restore, lalu pilih Restore files from backup. Hal ini bisa dilakukan jika anda sebelumnya sudah melakukan backup, sehingga decryption harus dilakukan.

Menggunakan Software Recovery file.

Cara ini dapat menjadi alternatif bila data penting tak dapat dipulihkan karena tak dibackup secara otomatis ataupun lupa. Tersedia beragam pilihan software untuk mengembalikan file yang terkena virus di internet. Download salah satunya, kemudian ikuti petunjuk dalam cara mengatasi ransomware.
Menghapus Virus dengan Antivirus.

Antivirus masih ampuh untuk digunakan dalam menyerang virus ransomware. Pilih antivirus terpercaya serta kredibel untuk mengembalikan file yang terkena serangan ransomware.

Cara pemakaiannya juga sederhana, cukup dengan melakukan scan seluruh file dengan software satu ini. Jangan lupa untuk mengaktifkan safe mode serta deep scan untuk bisa bekerja secara menyeluruh.

Perlu dicatat bahwa recovery ransomware berbeda dengan decrypt ransomware. Recovery hanya mencari versi file sebelum terjadi enkripsi ransomware. Sedangkan, decryption memecahkan enkripsi dari ransomware nya sendiri. Sehingga, jika tidak ada cadangan versi file dalam penyimpanan, decrypt ransomware menjadi solusi.

Menggunakan System Remote

System Restore bisa digunakan jika kamu pernah mengatur restore point pada komputer. Semua bagian Windows nantinya kembali ketika file-mu belum terkena virus. Pastikan kamu pernah membuat restore point lalu ikuti beberapa langkah berikut ini:

  • Buka Control Panel, lalu pilih Recovery.
  • Pilih Open System Restore, kemudian ikuti arahannya.
  • Setelah selesai, restart komputer agar file kembali pada format awal.

Menggunakan Stop Decryptor

Cara membuka file yang terkena virus ransomware adalah menggunakan Stop Decryptor. Cara dekripsi satu ini memang lebih praktis dan mudah guna mengembalikan file yang terkena ransomware. Install software ini kemudian ikuti langkah penggunaannya berikut ini:

  • Buka software Stop Decryptor, abaikan bila antivirus berupaya memblokir akses dari software satu ini.
  • Pilih Select Directory, lalu pilih lokasi file/folder yang terkena ransomware.
  • Pilih OK lalu pilih Decrypt.
  • Tunggu notifikasi apakah proses dekripsi berhasil ataupun tidak.
  • Jika proses dekripsi tidak berhasil maka kamu bisa mencoba software dekripsi lainnya, seperti Emisoft Decryptor. Prosesnya juga hampir sama.

Namun, STOP Decryptor ini bersifat universal. Decryptor ini hanya mampu membuka varian ransomware ID offline yang key nya mirip antara satu korban dengan lainnya. Sehingga, jika decryptor ini tidak berhasil, kami sarankan untuk menggunakan jasa decrypt ransomware Digipedia. Kami dapat decrypt ransomware terbaru dengan ID online, seperti .elbie, .OBZ, .uyro.

Nah itu tadi pembahasan tentang cara mengembalikan file yang terkena virus ransomware. Semoga bisa bermanfaat. Untuk mengatasi serangan ransomware kamu bisa mengandalkan layanan dari fixransomware.com karena kami menjual Jasa Decrypt Ransomware dan Jasa Recovery Data.

Leave your thought here