Pagi itu di Tasikmalaya, semuanya terlihat biasa sampai satu hal kecil bikin curiga: beberapa file penawaran dan invoice tidak bisa dibuka, lalu folder penting “hilang” atau muncul pesan error. Beberapa jam kemudian, pemilik bisnis baru sadar: semua file usaha di server dan komputer utama terkunci oleh Emperor Ransomware. Operasional berhenti, dan rasa panik mulai naik.
Kalau Anda pemilik bisnis non-IT, ini panduan singkat dan realistis supaya data tetap punya peluang selamat, bukan tambah rusak karena langkah yang salah.
Pahami Dulu: Ransomware Bukan “File Rusak Biasa”
Saat kena Emperor Ransomware, gejalanya biasanya:
- Nama file berubah dengan extension .EMPEROR atau file tidak bisa dibuka sama sekali.
- Muncul catatan ancaman di Window (ransom note) yang meminta tebusan kripto.
- Ada instruksi supaya Anda menghubungi pelaku lewat email atau portal tertentu.

Yang perlu diingat:
File Anda tidak “rusak acak”, tapi sengaja dikunci dengan enkripsi.
Kalau salah langkah (asal hapus, asal format, asal install software “ajaib”), peluang recovery bisa turun drastis.
Langkah Pertama untuk Pemilik Bisnis Non-IT di Tasikmalaya
Kalau Anda bukan orang teknis, fokusnya dua: hentikan kerusakan, lalu jangan tambah parah.
Segera lakukan:
- Cabut koneksi internet dari komputer/server yang dicurigai terinfeksi.
- Jangan pindah-pindah file ke flashdisk, hard disk eksternal, atau laptop lain.
- Stop pakai komputer itu untuk kerja, jangan dipakai browsing, download, atau buka email.
- Foto dan simpan bukti: tampilan error, isi catatan ancaman, dan daftar folder yang terkunci.
Langkah sederhana ini sudah sangat membantu tim IT atau ahli ransomware yang nanti Anda libatkan.
Hal-Hal yang Justru Membuat Kondisi Lebih Parah
Ini beberapa kesalahan yang sering terjadi saat kena Emperor Ransomware di bisnis kecil/menengah:
- Mencoba “software gratis” dari internet yang mengaku bisa membuka semua file terenkripsi.
- Meminta staf IT internal coba-coba tanpa pengalaman kasus ransomware sebelumnya.
- Langsung format, instal ulang, atau ganti hard disk, padahal file yang terkunci ada di sana semua.
- Membayar tebusan tanpa analisa, padahal tidak ada jaminan file kembali.
Menurut panduan resmi seperti CISA Ransomware Guide di portal StopRansomware, fokus utama harus pada containment, analisa, dan pemulihan yang terukur, bukan negosiasi membabi buta.
Strategi Recovery: Dari Perspektif Pemilik Bisnis
Anda tidak wajib mengerti teknis, tapi penting mengerti alur besar:
- Pastikan serangannya sudah berhenti
Komputer dan server yang terinfeksi diisolasi. Jangan ada perangkat lain yang ikut terhubung. - Petakan kerusakan
- File apa saja yang terkunci (penawaran, invoice, laporan pajak, kontrak, dsb.).
- Di perangkat mana saja file itu tersimpan (PC kasir, komputer admin, server kantor).
- Cek apakah ada backup
- Apakah pernah simpan data ke hard disk eksternal, NAS, atau cloud?
- Backup itu tersambung saat serangan atau tidak? (Kalau selalu tercolok, kemungkinan ikut terinfeksi).
- Prioritaskan data yang langsung menyentuh uang & kewajiban
- Data penjualan terbaru.
- Piutang dan hutang.
- Dokumen legal dan pajak yang sedang berjalan.
Nanti, tim teknis atau penyedia jasa recovery akan gabungkan backup yang ada + file yang masih selamat + rekonstruksi dari email/laporan untuk mengembalikan data usaha Anda sedekat mungkin ke kondisi semula.
Kapan Harus Menghubungi Ahli Ransomware?
Jawabannya jujur: lebih cepat lebih baik, terutama jika:
- Nilai data usaha Anda jelas besar (akuntansi, kontrak, data pelanggan, produksi).
- Tidak ada backup yang benar-benar yakin bersih.
- Tim IT internal belum pernah menangani kasus ransomware secara langsung.
Anda bisa:
- Mengunjungi https://fixransomware.com untuk memahami alur penanganan Emperor Ransomware.
- Mengunggah beberapa sampel file terenkripsi secara aman lewat https://app.fixransomware.com untuk analisa awal.

Dari situ, Anda bisa mendapatkan gambaran:
apakah data masih punya peluang selamat, pendekatan teknis apa yang mungkin, dan langkah apa yang sebaiknya dihindari.
Setelah Selamat, Jangan Balik ke Pola Lama
Begitu file usaha di Tasikmalaya sudah kembali bisa diakses (walau mungkin butuh rekonstruksi), jadikan insiden Emperor Ransomware ini sebagai titik balik:
- Terapkan backup berlapis, termasuk satu backup yang tidak selalu tersambung.
- Batasi akun yang punya akses ke seluruh data usaha.
- Edukasi karyawan soal email phishing dan lampiran mencurigakan.
Tujuannya sederhana:
sekali kena cukup sekali, berikutnya bisnis Anda sudah jauh lebih siap dan tidak perlu panik seperti pertama kali.


